Minggu, 06 Agustus 2017

NYAI AHMAD DAHLAN


Oleh:  Dahnil Anzar Simanjuntak
Bila ada Film yang paling Tepat di tonton Pada Bulan Agustus, Bulannya Kemerdekaan Indonesia. Tentu adalah Film perjuangan seorang Pahlawan Nasional Perempuan, yang mendedikasikan hidupnya untuk meninggikan harkat Perempuan Indonesia melalui pendidikan, tanpa harus tercerabut dari akar budaya dan nilai-nilai Etik sebagai seorang Muslimah.
Ya....Nyai Ahmad Dahlan.
Perempuan pertama Indonesia yang memulai mengenakan Jilbab meski dia dituduh meniru-Niru arab, Perempuan Pertama melalui organisasi Perempuan Islam bersama Aisyiyah yang memulai pendidikan usia Dini Bagi anak-anak Indonesia, Perempuan yang Menjadi Inspirasi Bagi perjuangan organisasi Perempuan Islam Aisyiyah, organisasi Perempuan satu-satunya di Indonesia bahkan mungkin di dunia yang memiliki ribuan PAUD dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal.
Saya adalah salah satu Alumni TK Aisyiyah Bustanul Athfal (Saya ingin juga bikin organisasi alumni TK ABA heheheh pasti buanyaaaak banget, kira2 ingat gak tuh cerita di TK? Hehehe)
Aisyiyah adalah satu-satunya organisasi Perempuan Islam yang memiliki puluhan Rumah Bersalin Ibu dan Anak. Dan Berbagai sarana pelayanan lain Bagi kepentingan Dakwah dikalangan Ibu dan anak.
Maka, jangan lewatkan Film Nyai Ahmad Dahlan ini. Apalagi Bagi kamu yang lahir di Rumah Bersalin Aisyiyah, alumni TK ABA, Warga Muhammadiyah dan Aisyiyah, dan Tentu seluruh keluarga Indonesia, Mari belajar dari sejarah perjuangan Nyai Ahmad Dahlan membangun keluarga, Lingkungan dan peradaban Indonesia Merdeka, Dimana Perempuan dan laki-laki Setara saling melengkapi.
Dan, yang tidak kalah Penting, ada Saya juga lho di Film ini hahahahahah....."mendadak aktor", tadinya Saya harusnya jadi KH Ahmad Dahlan, tapi diminta Turun kan Berat Badan sampai 40 KG oleh mbak Dyah Kalsit hahahaha....yo wessssss...!!! Ndak mau takut dapat Piala Citra,🙂 hahaha. (Jangan dipikirin serius yang bagian ini)
Selamat Menonton Sahabat.


Sabtu, 05 Agustus 2017

Gerhana Bulan pada 7-8 Agustus 2017, Inilah Tata Cara Shalatnya



Berdasarkan hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang  dilansir dalam Kalender Muhammadiyah 2017, pada hari Senin, 14 Dzulqa’dah 1438 H / 7 Agustus 2017 M sampai dengan hari Selasa, 15 Dzulqa’dah 1438 H / 8 Agustus 2017 M akan terjadi peristiwa Gerhana Bulan Sebagian. Gerhana bulan ini dapat diamati di Afrika, Australia dan Asia, termasuk seluruh wilayah Indonesia. Berikut ini fase peristiwa gerhana bulan sebagian tersebut;
Senin 7 Agustus 2017, Gerhana Penumbra mulai pukul 22.50 WIB
Selasa 8 Agustus 2017, Gerhana Sebagian mulai pukul 00.23 WIB
Selasa 8 Agustus 2017, Puncak Gerhana pukul 01.20 WIB
Selasa 8 Agustus 2017, Gerhana Sebagian berakhir pukul 02.18 WIB
Selasa 8 Agustus 2017, Gerhana Penumbra berakhir pukul 03.51 WIB
Sehubungan dengan peristiwa gerhana bulan tersebut, umat muslim diharapkan dapat menjalankan shalat sunah gerhana. Gerhana merupakan tanda kekuasaan Allah, suatu peristiwa yang alamiah terjadi. Disebutkan dalam hadis, “Sesungguhnya Matahari dan Bulan tidak gerhana karena kematian seseorang, akan tetapi keduanya adalah dua tanda kebesaran Allah. Oleh karena itu apabila kamu melihat gerhana keduanya, maka berdirilah dan kerjakanlah shalat” [HR. al-Bukhari dan Muslim].
Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah memiliki panduan tentang shalat gerhana, sebagaimana terdapat pada Keputusan Mu’tamar Tarjih XX tahun 1396 H/1976 M di Garut, Jawa Barat. Berikut ini kutipan dari Putusan Tarjih terkait Tuntunan Shalat Kusufain (Shalat Gerhana) tersebut;
  1. Apabila terjadi gerhana matahari atau bulan, hendaknya imam menyuruh orang menyerukan: “Ash-Shalatu Jami’ah”.
  2. Kemudian ia pimpin orang banyak mengerjakan shalat dua rakaat, pada tiap rakaat berdiri dua kali, ruku’ dua kali, dan sujud dua kali, serta pada tiap rakaat membaca Fatihah dan surat yang panjang dengan suara nyaring, dan pada tiap ruku’ dan sujud membaca tasbih lama-lama.
  3. Setelah selesai shalat ketika orang-orang masih tetap duduk, imam berdiri menyampaikan peringatan dan mengingatkan mereka akan tanda-tanda kebesaran Allah.
  4. Serta menganjurkan mereka agar banyak membaca istighfar, shadaqah dan segala amalan yang baik.
Lebih lengkap mengenai Keputusan Tarjih tentang Tuntunan Shalat Kusufain ini dapat dilihat melalui link berikut ini;  http://tarjih.or.id/download-putusan-tarjih-tentang-tuntunan-shalat-kusufain-shalat-gerhana-matahari-atau-bulan/.
Mengingat gerhana bulan sebagian yang akan terjadi nanti diawali dan diakhiri dengan fase penumbral, maka shalat gerhana dapat dilakukan setelah gerhana memasuki fase sebagian, yaitu pada pukul 00.23 WIB hingga berakhirnya gerhana sebagian pada pukul 02.18 WIB sebagaimana data fase gerhana yang telah disebutkan di atas. Hal ini berdasarkan Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Shalat Gerhana Bulan Penumbral, yang menyebutkan bahwa pada gerhana bulan penumbral tidak disunatkan melakukan shalat gerhana. Fatwa selengkapnya silakan diperiksa di link; http://tarjih.or.id/fatwa-tarjih-shalat-gerhana-ketika-gerhana-bulan-penumbral/.
Lebih tekhnis mengenai tatacara pelaksanaan shalat gerhana, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah telah menyajikannya dalam sebuah booklet yang dapat didownload melalui link berikut ini; http://tarjih.or.id/booklet-pedoman-pelaksanaan-pengamatan-dan-shalat-gerhana-matahari/
(Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah)

Jumat, 04 Agustus 2017

Catatan pulang kampung-4 tentang Sifat Inferioritas Muslim Indonesia





Oleh: Imam Shamsi Ali*
Bagi saya pulang kampung ke Makassar sekalian kembali bernostalgia dengan masa lalu di pondok pesantren. Karenanya saya lebih memilih tinggal di rumah mertua di kompleks pesantren ketimbang di hotel. Walaupun kenyataannya ada saja yang selalu menyiapkan bagi saya kamar di sebuah hotel di kota ini.
Salah satu kegiatana rutin saya di pesantren adalah memberikan kuliah subuh kepada para santri dan guru-guru yang hadir. Pesantren "Darul-Aman" adalah pondok yang didirikan oleh KH Abdul Djabbar Ashiry, guru dan kyai kami dulu di pesantren Muhammadiyah "Darul-Arqam" Gombara bersama KH Abdul Djalil Thohir, juga mantan direktur Pesantren Gombara saat itu. Kini pesantren "Darul-Aman" menjadi salah satu pesantren yang mengalami kemajuan pesat di wilayah Sul-Sel, baik secara kwantitas maupun kwalitas sebagai institusi pendidikan Islam.
Umumnya ceramah-ceramah yang saya sampaikan bersifat motivasi, sekaligus membuka wawasan santri terhadap perubahan dunia yang super cepat. Memotivasi para santri untuk membangun jiwa percaya diri (self confidence) bahwa dunia pesantren adalah dunia yang unik dan dahsyat. Pesantren adalah basis penting, bahkan terpenting, bagi umat ini dalam membangun sumber daya manusia dan skill kepemimpinan dunia.
Intinya adalah saya mengingatkan para santri dan gurunya bahwa salah satu penyakit kronis umat masa kini adalah hilangnya percaya diri itu. Ada asumsi umum yang terbangun seolah dunia pesantren, bahkan umat secara keseluruhan, tidak mampu bersaing dengan kompetitor lain yang ada di dunia saat ini. Sehingga kita lebih bersiap untuk menjadi "obyek" dalam segala hal ketimbang menjadi "pelaku". Lihatlah misalnya betapa umat saat ini menjadi obyek pasar, bahkan maaf lebih dari itu menjadi obyek mainan dunia luar.
Inferiority complex
Sebagai anak bangsa yang telah hidup di luar negeri sejak umur 18 tahun, sejak tamat pesantren (setingkat SMU), saya tetap menaruh perhatian penuh terhadap perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Semakin saya mengenal bangsa dan negara saya, semakin pula rasa bangga itu tumbuh. Entah inikah yang disebut rasa nasionalisme?
Akan tetapi pada saat yang sama dengan situasi ril di lapangan, juga menumbuhkan rasa sedih, bahkan terkadang amarah dalam hati. Betapa situasi umat, termasuk umat Indonesia saat ini mengalami fase degradasi yang sangat memprihatinkan. Kemiskinan, kebodohan dan perpecahan yang dalam di antara sesama menjadi sesuatu mendominasi.
Tapi barangkali yang paling menyedihkan adalah tumbuhnya sifat "inferioritas" umat. Perasaan minder dan rendah diri yang luar biasa. Bangsa Indonesia kehilangan rasa percaya diri (confidence), dan karenanya bertekuk lutut dan silau dengan kehebatan orang lain.
Kecenderungan inferioritas ini meliputi dua sisi kehidupan, dunia dan agama. Dalam hal dunia, sebagai ilustrasi saja, sebuah perusahaan di Indonesia ingin merekrut seorang insinyur. Ada dua orang yang melamar. Seorang warga sendiri, asli Indonesia, tamatan ITB atau ITS. Seorang lagi pelamar berwarga Amerika, berkulit putih, tamatan NYU atau Harvard. Saya curiga justeru perusahaan itu akan lebih memilih pelamar Amerika.
Pertanyaannya kenapa yang Amerika? Jawabannya tidak selalu karena kwalifikasi dan kemampuannya. Tapi lebih kepada asumsi yang sudah terbangun selama ini bahwa seorang tamatan Amerika, apalagi orang Amerika berkulit putih, pasti kebih hebat. Sementara warga/bangsa sendiri akan dilirik sebelah mata.
Dalam hal agama juga demikian. Masih saja banyak umat Islam Indonesia yang menghubungkan kehebatan beragama seseorang dengan ras dan kebangsaan. Kerap kali jika ada orang Arab Muslim, apalagi mengaku sebagai keturunan nabi, orang-orang akan berlomba cium tangan untuk mendapakan keberkahan (barokah). Tapi seorang ulama besar dari bangsa sendiri boleh jadi disikapi biasa-biasa saja.
Di kedua sisi kehidupan di atas, dunia dan agama menggambarkan suasana kejiwaan yang inferior (rendah diri atau minder). Sikap yang bukan saja tidak percaya diri. Bahkan cenderung merendahkan diri dan sesama bangsa.
Oleh karenanya ceramah-ceramah yang saya sampaikan di pondok bertujuan membangun rasa "percaya diri" (confidence) dan termotivasi untuk melakukan yang terbaik. Lebih jauh bahkan siap bersaing dengan bangsa lain dalam menampilkan karya-karya terbaik.
Saya teringat kata-kata seorang teman yang kebetulan juga seorang pejabat tinggi di Kementrian Luar Negeri Amerika. Beliau pernah berkata kepada saya: "Shamsi, you the Indonesian people must be less humble". Yang kira-kita artinya: "Anda orang Indonesia itu harus mengurangi ketawadhuan".
Awalnua saya terkejut. Apakah kami diminta menyombongkan diri? Bukankah tawadhu atau rendah hati itu adalah nilai kemanusiaan yang mulia? Sayapun menanyakan kepada beliau. Beliau menjawab: "Bukan. Tapi anda harus lebih berani menampilkan potensi anda sebagai umat Islam terbesar di dunia. Bangsa Indonesia memiliki kredibilitas dan potensi besar dalam menampilkan Islam yang sesungguhnya. Bukan Islam yang didistorsi oleh misinformasi media saat ini".
Saya lalu tersadarkan kalau ternyata beliau menangkap dari bangsa ini sikap malu-malu, bahkan minder tadi. Punya potensi tapi merasa tidak mampu apa-apa. Sehingga semua peluang itu diambil oleh orang lain. Padahal orang lain belum tentu punya kredibilitas dan potensi itu. (Bersambung)
New York. 24 Juli 2017
* Presiden Nusantara Foundation

Kamis, 03 Agustus 2017

NEGERI TANPA AYAH




  ⁠


🔸 by : Ust Bendri Jaisyurrahman (@ajobendri)

⚽ 🏃 1| Jika memiliki anak sudah ngaku-ngaku jadi AYAH, maka sama anehnya dengan orang yang punya bola ngaku-ngaku jadi pemain bola

🐣 2| AYAH itu gelar untuk lelaki yg mau dan pandai mengasuh anak bukan sekedar 'membuat' anak

🌗 3| Jika AYAH mau terlibat mengasuh anak bersama ibu, maka separuh permasalahan negeri ini teratasi

💰 4| AYAH yang tugasnya cuma ngasih uang, menyamakan dirinya dengan mesin ATM. Didatangi saat anak butuh saja

💔 5| Akibat hilangnya fungsi tarbiyah dari AYAH, maka banyak AYAH yg tidak tahu kapan anak lelakinya pertama kali mimpi basah

⛅ 6| Sementara anak dituntut sholat shubuh padahal ia dalam keadaan junub. Sholatnya tidak sah. Dimana tanggung jawab AYAH ?

💥 7| Jika ada anak durhaka, tentu ada juga AYAH durhaka. Ini istilah dari umar bin khattab

👎 8| AYAH durhaka bukan yg bisa dikutuk jadi batu oleh anaknya. Tetapi AYAH yg menuntut anaknya shalih dan shalihah namun tak memberikan hak anak di masa kecilnya

🙇 9| AYAH ingin didoakan masuk surga oleh anaknya, tapi tak pernah berdoa untuk anaknya

👑 10| AYAH ingin dimuliakan oleh anaknya tapi tak mau memuliakan anaknya

🌏 11| Negeri ini hampir kehilangan AYAH. Semua pengajar anak di usia dini diisi oleh kaum ibu. Pantaslah negeri kita dicap fatherless country

🏇 12| Padahal keberanian, kemandirian dan ketegasan harus diajarkan di usia dini. Dimana AYAH sang pengajar utama ?

💻 13| Dunia AYAH saat ini hanyalah Kotak. Yakni koran, televisi dan komputer. AYAH malu untuk mengasuh anak apalagi jika masih bayi

👫 14| Banyak anak yg sudah merasa yatim sebelum waktunya sebab AYAH dirasakan tak hadir dalam kehidupannya

📖 15| Semangat quran mengenai pengasuhan justru mengedepankan AYAH sebagai tokoh. Kita kenal Lukman, Ibrahim, Ya'qub, Imron. Mereka adalah contoh AYAH yg peduli

👉👨 16| Ibnul Qoyyim dalam kitab tuhfatul maudud berkata: Jika terjadi kerusakan pada anak penyebab utamanya adalah AYAH

👨 17| Ingatlah! Seorang anak bernasab kepada AYAHnya bukan ibu. Nasab yg merujuk pada anak menunjukkan kepada siapa Allah meminta pertanggungjawaban kelak

💎 18| Rasulullah yg mulia sejak kecil ditinggal mati oleh AYAHnya. Tapi nilai-nilai keAYAHan tak pernah hilang didapat dari sosok kakek dan pamannya

💖 19| Nabi Ibrahim adalah AYAH yg super sibuk. Jarang pulang. Tapi dia tetap bisa mengasuh anak meski dari jauh. Terbukti 2 anaknya menjadi nabi

💜 20| Generasi sahabat menjadi generasi gemilang karena AYAH amat terlibat dalam mengasuh anak bersama ibu. Mereka digelari umat terbaik.

📚 21| Di dalam quran ternyata terdapat 17 dialog pengasuhan. 14 diantaranya yaitu antara AYAH dan anak. Ternyata AYAH lebih banyak disebut

💞 22| Mari ajak AYAH untuk terlibat dalam pengasuhan baik di rumah, sekolah dan masjid

🎯 23| Harus ada sosok AYAH yg mau jadi guru TK dan TPA. Agar anak kita belajar kisah Umar yg tegas secara benar dan tepat. Bukan ibu yg berkisah tapi AYAH

🏠 24| AYAH pengasuh harus hadir di masjid. Agar anak merasa tentram berlama-lama di dalamnya. Bukan was was atau merasa terancam dengan hardikan

🌇 25| Jadikan anak terhormat di masjid. Agar ia menjadi generasi masjid. Dan AYAH yang membantunya merasa nyaman di masjid

🌹 26| Ibu memang madrasah pertama seorang anak. Dan AYAH yang menjadi kepala sekolahnya

😎 27| AYAH kepala sekolah bertugas menentukan visi pengasuhan bagi anak sekaligus mengevaluasinya. Selain juga membuat nyaman suasana sekolah yakni ibunya

👮 28| Jika AYAH hanya mengurusi TV rusak, keran hilang, genteng bocor di dalam rumah, ini bukan AYAH 'kepala sekolah' tapi AYAH 'penjaga sekolah'

🐧 29| Ibarat burung yang punya dua sayap. Anak membutuhkan kedua-duanya untuk terbang tinggi ke angkasa. Kedua sayap itu adalah AYAH dan ibunya

🌺 30| Ibu mengasah kepekaan rasa, AYAH memberi makna terhadap logika. Kedua-duanya dibutuhkan oleh anak

🌻 31| Jika ibu tak ada, anak jadi kering cinta. Jika AYAH tak ada, anak tak punya kecerdasan logika

🍀 32| AYAH mengajarkan anak menjadi pemimpin yg tegas. Ibu membimbingnya menjadi pemimpin yg peduli. Tegas dan peduli itu sikap utama

💐 33| Hak anak adalah mendapatkan pengasuh yg lengkap. AYAH terlibat, ibu apalagi

💦 34| Mari penuhi hak anak untuk melibatkan AYAH dalam pengasuhan. Semoga negeri ini tak lagi kehilangan AYAH

🍀🌻💦 35| Silahkan share jika berkenan agar makin banyak AYAH yang peduli dengan urusan pengasuhan.⁠

Khutbah Jum`at untuk Palestina





إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيْمِ:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
فَإِنَّ أَصْدَقَ الحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَأَفْضَلُ الهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ َوكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِى النَّارِ
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!
Bersyukurlah pada Allah, karena hari ini kita dapat melangkahkan kaki ke Rumah Allah ini dengan penuh ketenangan dan keamanan.
Bersyukurlah pada Allah, karena saat kita duduk bersimpuh di sini, tidak ada gempuran misil dan roket yang kita tunggu-tunggu untuk meluluhlantakkan Rumah Allah ini.
Bersyukurlah pada Allah, karena saat kita khusyuk dalam penghambaan ini, kita tidak berharap-harap cemas menanti berita anak-istri kita di rumah telah tewas akibat rumah kita hancur berkeping-keping oleh serangan rudal tak terduga.
Bersyukurlah pada Allah, karena saat nanti kita meninggalkan mesjid ini, masih akan ada hidangan makan siang yang tersaji di meja makan kita. Masih ada tempat bernaung yang aman. Masih ada tawa canda buah hati kita. Bahkan kita masih sempat-sempatnya mengatur agenda liburan akhir pekan dengan alasan mengusir penat dan stres.
Subhanallah...betapa banyak nikmat dari Allah yang harus kita pertanggungjawabkan di Hari Kiamat. Ingatlah selalu bahwa setiap detail nikmat itu kelak akan ditanyakan oleh Allah Azza wa Jalla, Jamaah sekalian...

Sekarang, Jamaah sekalian...
Bayangkanlah, jika kota kita ini menjadi sebuah kota yang diisolir dari seluruh penjurunya. Lalu tiba-tiba terdengar suara pesawat-pesawat jet tempur terbang berputar-putar di atas atap rumah tempat istri kita menyiapkan makan siang, atap mesjid kita ini, atap kantor kita, atap tempat anak-anak kita bersekolah dan bermain, lalu tanpa kita duga, pesawat-pesawat itu melepaskan rudal-rudalnya tepat menghunjam ke arah kita...ke arah anak-anak kita...dan tiba-tiba saja, kita hanya mendengar berita anak-anak kita terluka, anak-anak kita telah tewas akibat gempuran rudal-rudal itu...
Bayangkanlah, jamaah sekalian...jika sebentar sore saat kita pulang ke rumah, kita hanya menemukan rumah tempat bernaung kita telah berubah menjadi puing-puing...
Bayangkanlah, jika di antara puing-puing itu ada ayah-bunda kita, ada istri tercinta kita, ada bayi mungil kita bersimbah darah...tubuhnya remuk-hancur dan tak bernafas lagi...
Bayangkanlah, jika malam ini kita hidup dalam gelap-gulita, tak ada tempat bernaung, tak ada makanan, tak ada minuman, tak ada pakaian hangat untuk mengusir dingin, dan tak ada keluarga tempat berbagi duka lagi...
Lalu bayangkanlah...jika itu semua kita lalui dan pesawat-pesawat tempur itu tak juga menghentikan gempurannya...bahkan tidak hanya itu, mereka justru diperkuat dengan tank-tank dan pasukan darat untuk menghancurkan, membombardir, dan membinasakan kita semua...
Dan bayangkanlah, bagaimana perasaan hati Anda, jika dengan semua penderitaan tiada tara itu, ternyata tak seorang pun peduli dengan kita...Seluruh dunia seakan diam membisu seolah-olah tak terjadi apa-apa di kota ini...
Kira-kira, jamaah sekalian, seperti apa perasaan hati Anda semua jika Anda mengalami semua penderitaan dan kebiadaban itu??!

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!
Anda sekalian pasti telah paham bahwa itulah situasi dan kondisi yang dialami oleh saudara-saudara kita, atau katakanlah ”keluarga kita” kaum muslimin di bumi Palestina. Dan melalui mimbar yang mulia ini, kita semua harus tahu bahwa apa yang dilakukan oleh Bangsa Kera dan Monyet bernama Israel terhadap saudara-saudara kita di sana tidak lain karena mereka-saudara-saudara kita itu-mengikrarkan La ilaha illahllah Muhammad Rasulullah!
Peristiwa biadab ini semakin membuka mata hati kita tentang siapa sesungguhnya penjahat dan teroris kemanusiaan itu! Peristiwa ini semakin memperjelas apa yang telah ditegaskan oleh Allah dalam al-Qur’an:

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Dan tidak akan rela orang-orang Yahudi dan tidak pula Nasrani hingga engkau mengikuti agama mereka…”

وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا

Kaum muslimin sekalian!
Ini semua baru awal dari pertempuran sesungguhnya. Ingatlah bahwa kita telah berada di akhir zaman. Kelak akan ada pertempuran yang lebih dahsyat dari ini dimana Allah akan memenangkan mereka yang mentauhidkan-Nya dan mengikuti sunnah Nabi-Nya!

Maka sekarang, jamaah sekalian...tidak cukup bagi kita untuk sekedar mengutuk, menyayangkan atau meneteskan air mata. Sekarang, Tanah al-Aqsha memanggil kita untuk kesekian kalinya...Tanah al-Aqsha menuntut tindakan nyata dari kita semua untuk ikut berperan serta membebaskan tanah suci ketiga Umat Islam itu dari cengkraman Zionis Israel!
Maka apa tindakan kita semua? Apa yang harus kita lakukan?!

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!
Melalui mimbar Jum’at ini, kami wasiatkan kepada kita semua untuk melakukan perlawanan dan jihad membebaskan bumi Palestina melalui hal-hal berikut:
Menyiapkan diri pribadi kita masing-masing dengan bekal iman dan ilmu yang shahih serta ibadah yang sebaik-baiknya kepada Allah. Sebab hanya dengan inilah semua upaya perjuangan kita akan bernilai jihad fi sabilillah. Kita harus memperbanyak jumlah tentara-tentara Allah dengan mulai mengikrarkan diri kita masing-masing sebagai tentara Allah yang memiliki iman yang kuat, ilmu yang shahih dan ibadah yang berkualitas.
Mulailah mengkampanyekan ”Peduli Masjid al-Aqsha” pada setiap muslim dan muslimah yang ada di sekitar kita, yang tentu saja dimulai dari keluarga dan kerabat kita. Tanamkan kerinduan untuk mengunjungi Masjid al-Aqsha di Palestina sebagaimana kita rindu untuk selalu datang ke Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah, karena inilah tiga tanah suci Umat Islam!
Mulailah menyisihkan dana dan harta Anda sesedikit apapun untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Mereka butuh makanan, minuman, obat-obatan dan juga senjata untuk menghadapi gempuran teroris Israel. Dan itu, insya Allah, dapat kita mulai seusai menunaikan shalat Jum’at ini.
Gencarkan kembali gerakan boikot terhadap produk-produk Israel dan produk-produk yang memberikan dukungan terhadap negara itu. Ingat selalu bahwa setiap rupiah yang Anda belanjakan untuk produk-produk semacam itu akan digunakan untuk menyiapkan peluru dan bom yang membunuh umat Islam di bumi Palestina.
Dan akhirnya, senjata pamungkas kaum beriman yang bernama DOA. Doakan, doakan dan doakan mereka, Jamaah sekalian...Jangan pernah putus doa kita kepada Allah untuk menyegerakan pertolongan untuk saudara-saudara kita di sana.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah!
Sekali lagi, hari ini, Tanah al-Aqsha telah memanggil kita. Dan saya telah menyampaikan peringatan ini kepada Anda sekalian. Maka kelak di akhirat, kita akan mempertanggungjawabkan apa yang telah kita dengar hari ini. Demi Allah! Kita pasti akan ditanya: apa yang telah engkau lakukan untuk membantu mereka di Palestina? Apa yang telah engkau lakukan untuk membebaskan Mesjid al-Aqsha?
Maka sudah siapkan kita menjawabnya??!⁠⁠⁠⁠

Rabu, 02 Agustus 2017

Viral Tanggapan Tentang Rencana Penggunaan Dana Haji Untuk Infrastruktur




KENAPA KETIKA NEGARA/PRESIDEN BUTUH UANG, HANYA DANA MILIK UMMAT ISLAM YANG DIMINTA??!"
=================
(by : Iramawati Oemar)
••• ••• •••

Ada sebuah kalimat yang kerap ditulis di medsos oleh mereka yang selalu mengagungkan KEBHINNEKAAN. Kurang lebih kalimatnya begini : "Indonesia (isinya) kan bukan hanya orang Islam saja!" atau "Indonesia kan bukan milik kaum Muslim saja!"

Betul sekali, ada jutaan anak bangsa yang beragama non Islam dan ada beberapa agama selain Islam yang juga diakui keberadaannya di Republik ini. Itu tak perlu diperdebatkan lagi.

Masalahnya, ketika presiden Jokowi butuh uang untuk membangun infrastruktur, kenapa hanya dana haji yang nota bene 100% MILIK UMMAT ISLAM saja yang diinstruksikan untuk dipakai?!

Jangan dijawab bahwa yang kaya hanya ummat Islam, sebab itu BERLAWANAN DENGAN DATA DAN FAKTA, yang justru menunjukkan bahwa sebagian terbesar uang berada di tangan segelintir kaum minoritas,  etnis tertentu yang kebetulan tidak beragama Islam!
Jangan pula dijawab bahwa ummat agama lain tidak punya dana terkumpul yang besar. Itu TIDAK BENAR!

Fenomena maraknya gereja di mall-mall besar dan mewah belakangan ini, menunjukkan bahwa kaum Kristiani juga kaya. Jemaatnya mampu iuran atau mengumpulkan dana untuk menyewa space di lokasi strategis nan mewah untuk tempat ibadah mereka.

Dalam suasana libur Idul Fitri yang lalu, ketika saya kopdar dengan beberapa rekan FBers di Grand City Mall,  Surabaya, sebuah layar tv ukuran besar yang terpampang di area foodcourt terus menerus menayangkan iklan ajakan menghadiri sebuah kebaktian/doa. Selama 3,5 jam kami berada di sana, iklan itu terus ditayangkan tanpa henti dan tanpa jeda iklan lain. Artinya space iklan itu sudah disewa penuh secara eksklusif. Artinya pula pihak pemasang iklan punya dana besar untuk membeli seluruh slot iklan seharian.

Saya ikut gembira kalau ummat beragama kaya-raya. Sebab dengan begitu mereka bisa menjalankan tugas dan perintah agamanya tanpa neminta bantuan pemerintah. Mereka bisa bantu sesamanya dengan dana itu. Ini bagus, kemandirian ummat beragama itu penting.

Tapi...,
kembali ke laptop, kenapa hanya UANG MILIK UMMAT ISLAM yang diminta untuk dipakai membangun infrastruktur?! Sedangkan infrastruktur itu sendiri kalau sudah jadi akan dinikmati manfaatnya oleh semua orang tanpa peduli apa agamanya!
Kalau pakai uang pajak, okelah, yang mampu bayar pajak mensubsidi yang tidak mampu bayar pajak, lalu manfaatnya dinikmati bersama.

Tapi kalau dana haji ummat Islam, bukankah tujuannya TIDAK UNTUK MENSUBSIDI kelompok agama lain? Sehingga semestinya TIDAK hanya ummat Islam yang DIBEBANKAN KEWAJIBAN MENYUMBANG, sedangkan ummat agama lain tidak.

* * *

Disisi lain, ketika kami ummat Islam meminta perlakuan yang WAJAR DAN ADIL kepada pemerintah, kenapa kami TIDAK MENDAPATKANNYA?!
Gak percaya?! Mau ngeles?! Oke baiklah, mari kita ambil beberapa contoh berikut.

Ketika di tahun 2015 saudara kami seiman di TOLIKARA, PAPUA,  hendak merayakan Idul Fitri dengan mengumandangkan takbir sesuai ajaran agama kami, lalu ada sekelompok perusuh INTOLERAN yang menyerang dan membakar masjid. Kami kemudian memohon agar Pemerintah memberikan hukuman setimpal kepada pelakunya, baik pelaku langsung maupun tak langsung. Operator di lapangan maupun provokatornya serta para aktor intelektualnya.
Namun, apa FAKTA yang kami dapat kemudian?!
Malah yang diduga terlibat dalam aksi TERORISME TERHADAP KAUM MUSLIMIN TOLIKARA justru diundang ke istana, disambut dengan hangat dan dijamu makan.
#DimanaKeadilanBagiUmmat_Islam ?!

Ketika kami meminta penista Al Qur'an dihukum, kami dituduh kelompok INTOLERAN.
Padahal dia si mulut kotor yang memulai mengusik kitab suci yang kami imani.
Sampai sekarang, dimana dia berada setelah vonis secara formal dijatuhkan?! Bahkan pemgacaranya pun tak tahu dimana keberadaan si TERDAKWA PENISTA AGAMA.
Sementara ulama kami, Ustadz Al Khaththath, tanpa melalui proses hukum langsung dijebloskan ke rutan Mako Brimob dengan tuduhan MAKAR! Sebuah tuduhan super serius yang berat ancaman hukumnya.
Tapi setelah 100 harian dibui, beliau dilepaskan begitu saja, artinya TUDUHAN DAN FITNAH MAKAR TIDAK DAPAT DIBUKTIKAN OLEH APARAT YANG MENANGKAP DAN MEMENJARAKAN.
Meski akhirnya dilepas, tapi kemerdekaan dan kebebasan seorang ulama sudah DIRAMPAS selama kurang lebih 100 hari.
#DimanaKeadilanBagiUmmat_Islam ?!

Ketika kami melakukan Aksi Bela Islam, saudara-saudara kami dari berbagai daerah coba dihalangi, tidak bisa sewa bis, digeledah, dll. Bahkan lewat dari jam yang ditentukan,  sebagian saudara kami dan ulama kami ditembaki.
Sementara kelompok pendukung penista agama boleh berdemo sampai lewat tengah malam, boleh berdemo di hari besar keagamaan agama lain, boleh anarkhis merusak fisik bangunan dan melakukan pembakaran, boleh menyandera pegawai Pengadilan Tinggi DKI, pokoknya boleh apa saja sesukanya,  termasuk melanggar hukum sekalipun.
#DimanaKeadilanBagiUmmat_Islam  ?!

Ketika saudara kami Herman Sya dibacok dengan keji oleh para "TERORIS JALANAN" lalu kami menuntut tindakan keras bagi pelaku, apa yang dipertontonkan pada kami?! Orang yang jelas mengakui membacok malah diajak makan dan diberi panggung untuk "konpers" dengan media massa.

Sedangkan saudara kami lainnya, SIYONO, Allahu yarham, diduga terlibat aksi terorisme yang TIDAK TERBUKTI, namun jasadnya pulang tanpa nyawa dan istrinya diberi segepok uang 100 juta dibungkus koran bekas, seolah itu nilai tukar nyawanya.
#DimanaKeadilanBagiUmmat_Islam ?!

Ketika ummat Islam mengirimkan uangnya secara suka rela dan mereka ikhlas menyumbang untuk Aksi Bela Islam, kenapa Ustadz Bachtiar Nasir harus diperiksa dengan tuduhan dicari-cari dan dibuat-buat, sedangkan kami yang menyumbang saja IKHLAS Kok!

Di sisi lain, ketika jutaan ummat Islam menabung demi bisa menjalankan rukun Islam kelima, yang mana tidak semuanya orang berkelebihan duit. Ada bapak paruh baya pengayuh becak, ada simbok penjual sayur eceran di pasar tradisional, ada nenek pemulung sampah,  ada penjual gorengan pinggir jalan, mereka semua mengumpulkan seribu dua ribu rupiah setiap hari demi bisa melunasi setoran awal ONH. Tak jarang mereka menabung 15 - 30 tahun agar setoran minimum terkumpul. Lalu setelah terkumpul, dana itu diminta DIPAKAI DULU BUAT BANGUN INFRASTRUKTUR, dan kalian bilang "Sah!  TIDAK PERLU MEMINTA IJIN YANG PUNYA UANG!"

Kenapa begitu?!  Sedangkan uang yang kami sumbangkan untuk ABI kami ikhlaskan digunakan untuk itu dan kami percaya Ustadz Bachtiar Nasir tidak memperkaya dirinya dengan uang recehan kami, kok malah Ustadz nya dikrimininalisasi?!
#DimanaKeadilanBagiUmmat_Islam ?!

* * *

Tolong jawab wahai kalian yang konon paling menjunjung KEBHINNEKAAN, kenapa kalau urusan MEMBIAYAI PEMBANGUNAN, HANYA DANA UMMAT ISLAM YANG DISURUH PAKAI?!

Bukankah ini sesungguhnya PELECEHAN TERHADAP KEBHINNEKAAN dengan menafikan ummat agama lain?!
Bukan kami ummat Islam lho yang menafikan.
Tapi pemerintah yang bersikap tidak adil kepada kami ummat Islam, giliran minta dana, ummat agama lain tidak dilibatkan!
Mikiiirr...

#saveDanaHaji⁠⁠⁠⁠

Amien Rais: SDM Islam Indonesia Belum Mampu Memanfaatkan SDA Indonesia yang Kaya




Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amien Rais mengatakan, Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat (ormas) yang berbasis islam wajib menyikapi segala permasalahan umat dengan perspektif Islam. Hal ini disampaikannya dalam acara silaturahim Keluarga Besar Muhammadiyah Kota Bekasi pada Ahad (30/7) yang bertempat di komplek perguruan Muhammadiyah Ki Mangun Sarkoro,Bekasi.
Selain itu, Amien juga mengatakan bahwa sebenarnya umat islam merupakan umat yang kaya. “Islam di Indonesia kaya, namun Sumber Daya Manusianya tidak mampu untuk memanfaatkannya dengan baik. Tapi pihak asing dan aseng yang dengan cepat dan sigap memanfaatkannya,” ucap Amien.
Dalam kesempatan itu, Amien berpesan  agar Muhammadiyah dapat mencetak generasi yang mampu berkontribusi dan berprestasi di segala sisi.
Dan salah satu kontribusi Muhammadiyah adalah dengan mendirikan banyak amal usaha yang dapat memberikan solusi dan inspirasi bagi ormas lain untuk melakukan kebaikan yang sama, bahkan lebih baik dari yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah.(bpp/moi)