Minggu, 17 Desember 2017

Inilah Delapan Pernyataan Sikap Pada Bela Palestina di Monas



Aksi Bela Palestina di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat mengeluarkan beberapa sikap terkait pengakuan sepihak Amerika Serikat (AS) terkait Yerusalem atau Al-Quds sebagai Ibu Kota Israel.

Pernyataan sikap itu dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI) Anwar Abas di panggung utama Aksi Bela Palestina. Berikut isi pernyataan sikap dari Aksi Bela Islam yang dibacakan Sekjen MUI Anwar Abas:

Pertama, keputusan Presiden Amerika Donald Trump yang secara sepihak atau uniteral mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel telah mencederai asas keadilan dan melanggar hak asasi manusia rakyat palestina dan merusak upaya perdamaian antara Israel dan Palestina yang selama ini diupayakan oleh PBB dan OKI. Oleh karena itu keputusan tersebut harus dibatalkan dan dicabut secepatnya.

Kedua, jika Presiden Amerika Serikat tidak segera membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, maka Amerika Serikat akan kehilangan legitimasi. maka amerika serikat akan kehilangan legitimasi untuk menjadi penengah perdamaian antara Palestina dan Israel.

Ketiga, mendesak kepada semua negara agar menolak keputusan sepihak dan ilegal Presiden Donald Trump untuk menjadikan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Keempat, mendesak pemerintahan negara yang selama ini telah melakukan hubungan diplomatik dengan Israel terutama negara-negara yang tergabung dalam OKI agar memutus hubungan diplomatik dengan Israel atau memindahkan kantor Kedutaan Yerusalem.

Kelima, mendukung hasil konferensi OKI yang menyatakan bahwa mendorong termasuk hak menentukan nasib dan kedudukan negara Palestina merdeka dan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Keenam, jika Presiden Donald Trump tidak mencabut keputusan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, maka kami pertama mendesak PBB untuk memberikan sanksi berat kepada Amerika Serikat untuk pembekukan Amerika Serikat sebagai anggota PBB atau pemindahan markas PBB dari Amerika Serikat ke negara lain.

Ketujuh, mendesak DPR untuk membentuk panitia khusus untuk meninjau kembali segala investasi Amerika Serikat di Indonesia. Serta mengimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot. Mengimbau masyarakat Indonesia untuk melakukan boikot terhadap seluruh produk-produk Amerika dan Israel yang beredar di Indonesia.

Kedelapan, kita juga menyerukan kepada negara-negara OKI dan masyarakat dunia agar meningkatkan bantuan kemanusiaan dalam bentuk bangunan, sarana dan prasarana kesehatan bagi masyarakat Palestina. (bpp/sin)


Media Israel pun Memuat Seruan Ulama Boikot Produk AS di Bela Palestina



Aksi Bela Palestina yang dilakukan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Ahad (17/12), mendapat sorotan dari berbagai media luar negeri, termasuk The Times of Israel yang berpusat di Israel. Dalam laporannya, The Times of Israel menyoroti seruan ulama Indonesia memboikot produk Amerika Serikat, pascapengakuan Presiden AS Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

Para demonstran mengenakan jubah putih dan membawa spanduk bertuliskan "Indonesia bersatu untuk Palestina." Diperkirakan 80 ribu massa berkumpul pada Ahad (17/12), di ibu kota negara Muslim terbesar di dunia tersebut, yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Anwar Abbas, seorang ulama terkemuka, membaca sebuah petisi yang meminta masyarakat Indonesia untuk berhenti membeli produk-produk Amerika, hingga Trump mencabut keputusannya untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Jangan mengandalkan produk mereka," kata Anwar kepada kerumunan massa, termasuk pria, wanita dan anak-anak yang menanggapinya dengan melambaikan bendera Indonesia dan Palestina dan meneriakkan "boikot!"

Protes anti-Amerika sebelumnya tidak berhasil melobi untuk memboikot barang-barang AS, berdasarkan laporan The Times of Israel, Ahad (17/12).

Juru bicara kepolisian Jakarta Argo Yuwono mengatakan, para pemrotes bergerak dengan damai sekitar 3 kilometer dari Taman Monumen Nasional ke Kedutaan Besar AS. Beberapa media lokal juga melaporkan jumlah demonstran tersebut, dua kali lipat dari perkiraan polisi. Sekitar 20 ribu pasukan keamanan dikerahkan untuk mengamankan demonstrasi tersebut.

Dalam petisi tersebut, para ulama mendesak Trump untuk segera mencabut pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibukota Israel. Dengan mengatakan, hal tersebut telah merugikan keadilan internasional, melanggar hak asasi manusia rakyat Palestina dan merusak usaha perdamaian.

Para Ulama juga menuntut, agar negara-negara lain tidak mengikuti langkah AS untuk memindahkan kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan sidang darurat, guna membahas deklarasi Trump. Ketua dewan ulama, Ma'ruf Amin, mengatakan, 

"Mari berkelahi dengan pemerintah dan dunia untuk kebebasan Palestina melalui cara-cara politik, diplomatik dan ekonomi," kata Ma'ruf.

Presiden Indonesia Joko Widodo juga mengecam keras langkah Trump, yang dia sebut sebagai pelanggaran terhadap resolusi PBB. Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan telah lama menjadi pendukung kuat aspirasi Palestina untuk menjadi sebuah negara bagian.

Dalam sebuah pidato pada awal bulan ini dari Gedung Putih, Trump menentang peringatan di seluruh dunia dan bersikeras bahwa hal tersebut dilakukan untuk mencapai perdamaian,yang ia sebut sebagai sebuah pendekatan baru yang telah lama tidak dilakukan. Dimana hal tersebut menggambarkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel, yang menurutnya berdasarkan kenyataan.

Langkah tersebut dipuji oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan beberapa pemimpin di sebagian besar spektrum politik Israel. Dan, hal tersebut mendapat tanggapan yang sebaliknya dari negara-negara Palestina dan Arab. Namun, The Times of Israel melaporkan, Trump menekankan, ia tidak menentukan batas-batas kedaulatan Israel di kota tersebut, dan meminta agar tidak terjadi perubahan status quo di tempat-tempat suci di kota tersebut. (bpp/rep)

Sabtu, 16 Desember 2017

Hadir di Prambanan, Joko Widodo Minta KOKAM dan Banser Menjaga Kebhinekaan




Presiden Joko Widodo hadir dalam Apel Kebangsaan Pemuda Islam  Indonesia di Pelataran Candi Prambanan, Sleman. Ia meminta Kokam dan Banser menjaga serta merawat kebangsaan dan kebhinekaan.
Presiden Joko Widodo khusus datang dari Jakarta untuk menjadi inspektur upacara apel kebangsaan yang diikuti  Barisan Serbaguna ( Banser) Nahdlatul Ulama dan Komando Kesiapsiagaan Muhammadiyah ( KOKAM).
"Tadi dari Jakarta ke Prambanan ini agenda Saya hanya satu, hanya satu, menjadi inspektur upacara Apel Kebangsaan Pemuda Islam. Bagi Saya, semangat kebangsaan adalah pondasi kemajuan negara kita Indonesia," ujar Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di apel Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia di Pelataran Candi Prambanan, Sleman, Sabtu (16/12/2017).
Hadir dalam Apel Kebangsaan ini setidaknya ada sekitar 20.000 kader dari dua organisasi pemuda Islam terbesar di Indonesia  yakni Barisan Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama dan Komando Kesiapsiagaan Muhammadiyah (Kokam).

Hadir pula dalam kegiatan Apel Kebangsaan Pemuda Islam Indonesia Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menkopolkuman Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzhar Simanjuntak dan Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas. (aaa)

Enam Huntara Korban Siklon di Prambanan Dibangun Setelah Dapat Bantuan BPD DIY



Sebanyak enam hunian sementara (huntara) dari 27 warga yang masuk dalam daftar relokasi segera dibangun.Untuk membangun 6 huntara tersebut mendapat bantuan dana dari BPD DIY sebesar Rp42 juta.
Kepala Desa Sumberharjo Lekta Manuri mengatakan ada enam KK yang akan dibangun huntara masing-masing tiga KK warga Sengir dan tiga KK lainnya dari Dayakan. Pembangunan Huntara tersebut dilakukan setelah mendapat bantuan dari BPD DIY sebesar Rp42 juta.
“Enam unit Huntara dibangun karena setelah direlokasi, keenam KK tersebut tidak punya tempat tinggal,” katanya kepada Solopos.com, Kamis (14/12/2017).
Lekta menyebut, masing-masing Huntara dianggarkan Rp7 juta. Keenam KK yang menerima bantuan meliputi Parjan, Karto Pawiro, Murdiyono seluruhnya warga RT 3 RW 26 Sengir, Sumberharjo. Selain itu, Yatmorejo dan Jemiran warga RT 4 RW 24 Dayakan Sumberharjo serta Sutarjo warga RT 3 RW 24 Dayakan Sumberharjo.
Setelah penyerahan, kata Lekta, pembangunan Huntara segera dilaksanakan. Selain bantuan dari BPD DIY, pembangunan huntara tersebut akan dibantu dengan swadaya dan gotong royong. Menurut Lekta, lokasi pembangun Huntara tersebut berada di wilayah perbukitan, tidak jauh dangan lokasi bencana. “Tanah Huntara itu tanah pribadi warga. Masuk di RT 3 RW 26 Sengir dan Dayakan,” jelasnya. (bpp/spc)

Gempa Jawa Barat Menelan Korban Meninggal



Gempa bumi yang terjadi di sebelah selatan Jawa Barat, Jumat (15/12/2017) tengah malam menyebabkan kerusakan di sejumlah lokasi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan gempa bumi yang mengguncang wilayah Jawa menimbulkan kerusakan materil, bahkan korban jiwa dan luka.

Berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dilaporkan kePusdalops BNPB, sebanyak lebih dari 10 rumah warga di wilayah Jawa Barat mengalami kerusakan. Tak hanya itu, tercatat satu orang meninggal dunia, dan tiga lainnya mengalami luka akibat tertimpa bangunan.

Secara rinci disebutkan, terdapat tiga rumah rusak berat dan tiga rumah rusak ringan di Kabupaten Pangandaran. Beberapa kerusakan rumah terjadi di Kecamatan Cimerak, Kecamatan Pangandaran, dan Kecamatan Sidamulih.


"Di Desa Gunungsari Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis terdapat beberapa rumah ambruk dan rusak. Sebanyak 1 orang meninggal dunia (Hj. Dede Lutfi, 62) dan 2 luka-luka tertimpa bangunan roboh," ungkap Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/12) dini hari.

Di Banyumas, terdapat enam rumah rusak berat dan kerusakan di RSUD Banyumas, tembok retak dan pasien dievakuasi ke luar bangunan. Di Kebumen terdapat 2 orang luka-luka tertimpa rumah roboh. Sedangkan di Kecamatan Ajibarang Banyumas terdapat 1 rumah roboh. Terakhir, di Kota Pekalongan terdapat 1 orang luka-luka tertimpa bangunan roboh.

"Hingga Sabtu (16/12) pukul 01.15 WIB peringatan dini tsunami belum diakhiri. Pendataan masih dilakukan," sambungnya. Tetapi saat ini, peringatan tsunami telah dicabut dan warga dipersilahkan kembali ke rumah.

BMKG telah melaporkan gempa bumi berkekuatan 6,9 skala richter terjadi dengan koordinat episenter pada 7,75 LS dan 108,11 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 6 km arah tenggara Kota Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat pada kedalaman 120 km pada Jumat (16/12) pukul 23.47.58 WIB. 

Pusat gempa diketahui berada di darat atau dekat pantai. Selang 5 menit setelah terjadi gempa, BMKG mengaktivasi peringatan dini tsunami. Wilayah di pesisir di Ciamis dan Tasimalaya Provinsi Jawa Barat berpotensi tsunami dengan level Siaga Tsunami yaitu ketinggian tsunami  antara 0,5 meter hingga kurang dari 3 meter. 

Sementara itu, di pesisir Kabupaten Bantul, Kulon Progo, Cianjur, Garut, Sukabumi, Cilacap dan Kebumen pada level Waspada Tsunami dengan potensi tsunami ketinggian kurang dari 0,5 meter. Pusat gempa yang berada di darat atau dekat pantai menyebabkan guncangan keras dirasakan oleh masyarakat. 

Dampak gempabumi yang digambarkan oleh Peta tingkat guncangan BMKG menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan dirasakan di daerah Jakarta, Bandung, Depok, Karangkates, Ngawi, Madiun, Nganjuk, Mataram, Kebumen, dan Yogyakarta.

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan terasa di pesisir Selatan Pulau Jawa, terjadi dengan keras selama 10–20 detik dirasakan di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Bahkan masyarakat di Jakarta yang berada di gedung bertingkat merasakan guncangan gempa. 

Pusdalops BNPB terus memantau perkembangan dampak gempa dan peringantan dini tsunami. Tidak adanya buoy tsunami di Samudera Hindia menyebabkan tidak ada kepastian terkait tsunami. Peringatan dini dari BMKG didasarkan pada analisis pemodelan. 

Oleh karena itu petugas BPBD dan relawan memantau tanda-tanda tsunami di pantai di tenpat yang aman. Dilaporkan air laut di pantai Pacitan surut sehingga masyarakat di sekitar pantai mengungsi. BNPB mengaku terus berkoordinasi dengan Kepala BPBD untuk memantau dan memberikan bantuan penanganan dampak gempa. (bpp/cnni)

Jumat, 15 Desember 2017

Klaim Trump Yerusalem Ibu Kota Isreal Dibalas Klaim 57 Negara dengan Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina



Sebanyak 57 negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menyatakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Negara Palestina. Klaim ini bertentangan dengan klaim Amerika Serikat yang menyatakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. 
Ke 57 negara itu menyepakati  Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina dalam pertemuan puncak luar biasa OKI. Mereka juga mengajak negara-negara lain untuk mengikuti deklarasi tersebut.
"Kami menyatakan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Negara Palestina dan mengundang semua negara untuk mengakui Negara Palestina dan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," menurut pernyataan resmi usai pertemuan puncak luar biasa tersebut, dikutip Turkish Minute, Rabu (13/12).
Presiden TurkiRecep Tayyip Erdogan yang juga menjadi presiden OKI saat ini, mengecam keputusan Amerika Serikat (AS) untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan juga tindakan pemerintah Israel.
"Yerusalem akan selalu menjadi ibu kota Palestina. Saya menyatakan sekali lagibahwa Yerusalem adalah garis merah kami. Haram al-Sharif, dengan 144 hektartanahnya, Masjid Al-Aqsa dan Kubbet ul-Sahra, selamanya akan menjadi milik umat Islam," kata dia.
Setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa dia mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 6 Desember, beberapa negara anggota OKI termasuk Turki mengecam keputusan tersebut. dan juga meminta OKI untuk mengadakan sebuah pertemuan luarbiasa di Istanbul untuk menyampaikan sebuah reaksi bersama.
Presiden PalestinaMahmoud Abbas, Presiden Iran Hassan Rouhani, Emir Qatar Al Thani, dan RajaYordania Abdullah II adalah salah satu pemimpin paling menonjol yang hadir di konferensitingkat tinggi tersebut. sedangkan Arab Saudi hanya diwakili oleh menteri urusan Islam negara tersebut. (bpp/rep)

Kamis, 14 Desember 2017

Tokoh Islam AM Fatwa Meninggal Dunia



Tokoh Islam yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AM Fatwa meninggal dunia Kamis, 14 Desember 2017, pukul 06.25 WIB. Fatwa wafat dalam usia 78 tahun. 
"Ayah  sakit kanker hati," ujar anak Fatwa, Dian Islamiati, Kamis, 14 Desember 2017.
Jenazah akan disalatkan di rumah duka Jalan Condet Pejaten Nomor 11, Jakarta. Setelah Zhuhur, jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata. "Itu permintaan bapak," ujar Dian.(bpp/viva)