Tampilkan postingan dengan label dahnil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dahnil. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 November 2017

Dahnil Anzar Simanjuntak Dilamar 3 Partai Politik



Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dilamar tiga partai politik untuk bergabung dengan mereka usai memimpin Pemuda Muhammadiyah kelak. Tiga parpol tersebut adalah Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra, dan Perindo.
Lamaran  itu terjadi saat berlangsung seminar dalam Tanwir II Pemuda Muhammadiyah, di Aula Hotel Aquarius Kota Palangkaraya, lokasi arena Tanwir, Selasa (28/11/17) siang. Lamaran PAN disampaikan oleh Ahmad Hanafi Rais, Gerindra oleh Aryo Joyo Kusumo dan Perindo oleh Ahmad Rofiq. Ketiganya menjadi pembicara dalam seminar.
Lamaran yang disampaikan secara terbuka itu disambut meriah oleh peserta seminar. Dahnil sendiri hanya senyum-senyum saja.
Dalam dialog, masing-masing pembicara menyampaikan pandangan politiknya. Termasuk pembacaan kondisi kebangsaan terkini berikut solusi yang ditawarkan. Setelah itu masing-masing membuka peluang “lowongan” kader terbaik Pemuda Muhammadiyah untuk bergabung pada partai politiknya.
Diawali Hanafi Rais dari PAN. Dia mengatakan siap menerima kader terbaik Pemuda Muhammadiyah untuk bergabung dalam partai yang berlambang matahari tersebut. “Jika Bro Dahnil bersedia masuk ke Partai Amanat Nasional, maka kami terima dengan hati yang terbuka dan gembira,” ujar putra Amien Rais ini disambut tepuk tangan meriah peserta Tanwir.
“Karena PAN merupakan wadah aspirasi warga Muhammadiyah, dan terbuka bagi siapa saja untuk bergabung, apalagi kader muda Muhammadiyah,” tambahnya.
“Di PAN kelihaian diplomasi, negosiasi, dan resolusi harus lebih ditancapkan dalam proses perkaderan parpol,” tambahnya.
Kesempatan kedua tak disia-siakan Aryo Joyo Kusumo dari Partai Gerindra. Dia juga menawarkan kepada Dahnil untuk bergabung bersama Partai Gerindra. “Sama dengan bro Hanafi, saya juga membuka kesempatan untuk Bro Dahnil untuk bergabung dengan Partai Gerindra. Jika ada yang nawarin masuk parpol bilang saya dulu, nanti kita bicarakan lebih lanjut tawaran serius dari Gerindra, Bro Dahnil,” ucapnya sambil tersenyum yang langsung disambar gemuruh tepuk tangan peserta.
Pembicara terakhir dari Partai Perindo, Ahmad Rofiq tak mau kalah. Dia memberikan isyarat politik kepada tokoh Pemuda Muhammadiyah ini.
“Jika telah selesai kepemimpinan di Pemuda Muhammadiyah pusat, harus berpolitik untuk menyalurkan aspirasi yang selama ini disuarakan. Supaya bisa benar-benar memperjuangkan di jalur politik. Silakan masuk partai apa saja termasuk Partai Perindo,” ucapnya.
“Karena politik itu penting dan mulia, dan politik itu bisa mulia bisa juga jahat tergantung siapa yang menjalankannya,” tambahnya untuk memastikan tokoh Pemuda Muhammadiyah ini berjuang di jalur politik.
“Maka jangan lama-lama jadi muadzin, percepatlah jadi imam,” tutupnya disambut tepuk tangan meriah dan gerrr pesertaTanwir.
Mendengar dirinya jadi “rebutan” 3 partai politik itu, Dahnil Anzar Simanjuntak hanya tersenyum. (bpp/pwmu)

Rabu, 11 Oktober 2017

Dahnil Tegaskan Dasar Gerak Kokam adalah Hati dan Nurani




Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Ahzar Simanjuntak tegaskan kembali bahwa dasar gerak Kokam adalah suara hati dan nurani. Hati dan nurani tersebut, kata Dahnil, harus senantiasa hadir dalam setiap gerak Kokam.  Hal ini ditegaskannya saat menjadi Pembina upacara Apel Siaga Kokam di Banjarnegara, Minggu (08/10) di alun-alun Banjarnegara.
“Suara hati dan nurani juga yang telah mendorong Pemuda Muhammadiyah mengambil peran dalam mengawal berbagai kasus besar di tanah air. Dalam perjuangannya itu, irama geraknya kadang lembut, kadang keras. Namun pegangan tetap pada amar ma’ruf nahi munkar” katanya.
Makna pembinaan hati dan nurani bagi Pemuda Muhammadiyah itu sangat penting. Sejarah, lanjutnya, telah membuktikan Musa dapat mengalahkan Firaun yang super kuat tersebut dengan kekuatan hati, kekuatan Tauhid. Di kancah perang kemerdekaan pun dibuktikan oleh Panglima Besar Sudirman, putera Muhammadiyah, meski kekuatan fisiknya melemah karena penyakit paru-paru, namun kekuatan hati dan nurani mampu membuat Jenderal Sudirman tetap dapat memimpin perjuangan.
“Kokam siap secara fisik, namun mengandalkan fisik saja tidak cukup. Ini alasan Kokam juga melakukan pembinaan hati. Kokam berkeyakinan bahwa kekuatan sejati sejatinya adalah hati dan suara nurani. Apel besar ini bertujuan juga untuk memurnikan Tauhid” katanya.
Ketua Pemuda Muhamadiyah Banjarnegara, Wasis, mengatakan tujuan dari diselenggarakannya Apel Siaga Kokam adalah untuk menumbuhkan jiwa patriotism dan nasionalisme anggota Kokam. Karena itu judulnya Apel Siaga Kokam Cinta Indonesia. Apel, katanya, diikuti oleh 1052 anggota Kokam dari 26 Cabang Muhammadiyah di Banjarnegara. “Apel Siaga Kokam menegaskan komitmen Kokam untuk menjaga Pancasila dan NKRI” katanya. (bpp/pwmjateng)

Rabu, 30 Agustus 2017

Surat Terbuka Dahnil Tentang Kuda Troya diKPK





Yth*
*Anak Negeri*.
Perkenan ini sebagai pesan dan harapan, aku yang gelisah, atau sebutlah, dumelan jelang tidur, pesan penuh harap kepada Mereka yang peduli dan mau berjuang
Ketika "Kuda Troya" yg dikirim ke KPK dengan persekongkolan sempurna didalamnya, dibiarkan merusak agenda pemberantasan korupsi melalui KPK di negeri ini, dan merampas harapan masa depan Indonesia adil dan makmur. Maka, seolah masa depan kami anak-anak muda negeri dirampas dengan kemaruk oleh para bandit politik yang membangun persekongkolan paripurna.
Harapan KPK berani, KPK yang berdiri atas nama kemaslahatan dan Masa depan negeri yang bebas korupsi, kini entah dipikul siapa? Ketika Mereka yang memberikan hidupnya untuk melawan Korupsi berusaha disiram air comberan nan busuk menyengat, agar dijauhi dan tak wangi lagi.
Hai kalian yang Waras, Angkat kepalan Tinju itu, Tinju semua anasir-anasir jahat itu, anasir yang lahir dari persekongkolan bandit politik yang tak mau Pesta mereka kita ganggu.
Hidup hanya sekali kemudian mati. Biar kita meninggalkan kenangan pernah berusaha mati-Matian menjadikan peradaban kita lebih baik.
Seperti Nabi Musa yang terus menghidupkan keberaniannya meski akal mengatakan tak mungkin melawan Firaun yang sangat berkuasa.
Namun, Tauhid Musa memberikan kekuatan yang tak terkira, yang mampu mengubur Firaun sombong dengan kekuasaannya itu.
Jadilah Musa, Kawan. Musa yang Tauhidnya lebih tinggi dari akalnya. Mereka yang waras dan berani pasti akan bersama Musa dalam setiap tarikan nafas perlawanan tersebut.
*Dahnil Anzar Simanjuntak*